Minggu, Mei 31, 2026
  • Kontak
Karang Taruna Kelurahan Kandai
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah & Latar Belakang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Program Unggulan
  • Pelestarian Situs Sejarah
    • Peta & Daftar Situs Bersejarah di Wilayah Kami
    • Program Pelestarian (gotong royong, dokumentasi digital, edukasi masyarakat)
    • Kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan / Komunitas
    • Dokumentasi Kegiatan Pelestarian
  • UMKM
    • Direktori UMKM Binaan Karang Taruna
    • Produk Unggulan Lokal (kerajinan, kuliner, jasa, dll.)
    • Program Inkubasi & Pelatihan UMKM
  • Program
    • Sosial & Kemanusiaan
    • Pendidikan & Pelatihan
    • Olahraga & Seni
    • Lingkungan & Kebersihan
    • Kampanye Budaya Lokal
  • Berita
    • Berita Kegiatan Karang Taruna
    • Info Event & Lomba
    • Artikel Inspiratif Pemuda
    • Informasi Bantuan & Program Pemerintah
  • Galeri
    • Foto Kegiatan
    • Video Dokumentasi
    • Arsip Media
  • Kemitraan
    • Mitra Pemerintah & Swasta
    • Komunitas Sejarah & Budaya
  • Login
No Result
View All Result
Karang Taruna Kelurahan Kandai
Home Artikel Inspiratif Pemuda

Situs Sejarah Penjara Kolonial

Admin by Admin
Oktober 20, 2025
in Artikel Inspiratif Pemuda
0
Situs Sejarah Penjara Kolonial
0
SHARES
124
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gambar Penjara Kolonial

Pendahuluan

Related posts

WATER RESERVOIR PENINGGALAN BELANDA PADA TAHUN 1928 DI KOTA KENDARI

WATER RESERVOIR PENINGGALAN BELANDA PADA TAHUN 1928 DI KOTA KENDARI

Oktober 20, 2025
Situs Sekolah Cina

Situs Sekolah Cina

Oktober 20, 2025

Bangunan penjara kolonial di Kota Kendari merupakan salah satu situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang masa kolonial di Sulawesi Tenggara. Meskipun kini hanya tersisa sebagian kecil dari struktur aslinya, bangunan ini masih menyimpan nilai historis yang penting dalam konteks perkembangan sosial, politik, dan arsitektur kolonial di wilayah timur Indonesia. Keberadaan situs ini menggambarkan bagaimana sistem kekuasaan Belanda membangun infrastruktur pengendalian dan pengawasan terhadap penduduk lokal di masa lampau.

Lokasi dan Posisi Geografis

Bangunan eks penjara kolonial ini terletak di Jalan K.H. Agus Salim, yang termasuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara astronomis, posisinya berada pada titik koordinat 3°58’16” Lintang Selatan dan 122°35’11” Bujur Timur, dengan ketinggian 21 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasi ini berada di kawasan dataran rendah yang tidak jauh dari garis pantai Teluk Kendari, menjadikannya strategis pada masa kolonial karena dekat dengan jalur transportasi laut dan pusat pemerintahan setempat.

Adapun batas-batas lahan bangunan yang masih dapat diidentifikasi saat ini meliputi:

  • Sebelah utara berbatasan dengan pagar teras rumah penduduk,
  • Sebelah timur berbatasan dengan area TK Pertiwi,
  • Sebelah selatan berbatasan dengan badan Jalan K.H. Agus Salim,
  • Sebelah barat berbatasan dengan struktur tangga jalan atau lorong pemukiman warga.

Kondisi dan Komponen Bangunan

Secara fisik, komponen objek peninggalan yang masih dapat dikenali keasliannya kini menyisakan satu unit bangunan utama. Bangunan tersebut berbentuk persegi dengan ukuran panjang 5,95 meter, lebar 4,40 meter, dan tinggi sekitar 4 meter. Struktur ini diperkirakan merupakan bagian dari salah satu ruang tahanan atau ruang pengawas pada masa fungsinya sebagai penjara kolonial.

Saat ini, bangunan tersebut telah diadaptasi menjadi sebuah toko oleh masyarakat setempat. Adaptasi pemanfaatan ini menunjukkan adanya upaya warga untuk tetap menjaga eksistensi bangunan dengan menyesuaikan fungsinya terhadap kebutuhan ekonomi masa kini, meskipun secara arsitektural telah mengalami sejumlah perubahan.

Orientasi bangunan menghadap ke arah selatan, langsung berhadapan dengan Jalan K.H. Agus Salim. Pada bagian depan, telah ditambahkan teras baru yang menyatu dengan tepi jalan, berfungsi sebagai akses utama ke dalam toko. Menariknya, di sisi timur bangunan yang menghadap ke arah pantai, masih terlihat teras berkolom dengan tiga fasad tiang persegi. Elemen ini diduga kuat merupakan bagian depan asli dari bangunan penjara pada masa kolonial, yang kemungkinan dahulu berfungsi sebagai pintu masuk utama bagi petugas penjaga.

Ciri Arsitektur dan Bahan Bangunan

Bangunan eks penjara ini memiliki ciri khas arsitektur kolonial sederhana yang menonjolkan kekuatan struktur dan efisiensi ruang. Atap bangunan berbentuk pelana dan terbuat dari beton, berbeda dengan bangunan kolonial lain yang umumnya menggunakan genteng tanah liat atau sirap kayu. Hal ini menunjukkan bahwa bangunan ini kemungkinan dibangun pada masa akhir pemerintahan Hindia Belanda atau telah mengalami perbaikan pada masa setelahnya.

Bidang atap dihiasi dengan ornamen geometris sederhana, ciri khas gaya kolonial fungsional yang tidak banyak menampilkan hiasan artistik, tetapi tetap memperhatikan keseimbangan bentuk. Di bagian dalam, bangunan terbagi menjadi dua ruangan yang saling terhubung, yang diperkirakan dulunya berfungsi sebagai ruang tahanan dan ruang penjaga.

Dinding bangunan terbuat dari pasangan bata tebal yang diplester dan dicat putih keabu-abuan. Namun, beberapa bagian kini telah mengalami pengelupasan dan retakan akibat faktor usia serta kelembapan lingkungan. Jendela dan ventilasi asli pada dinding tampak telah ditutup permanen dengan tembok, menghilangkan bentuk aslinya yang kemungkinan dahulu berjeruji besi. Pintu utama juga telah mengalami pergantian material, menyesuaikan dengan kebutuhan toko modern saat ini.

Perubahan signifikan juga terlihat pada lantai bangunan, yang kini telah dilapisi keramik modern menggantikan lantai semen kasar atau tegel lama. Meskipun demikian, struktur utama seperti dinding dan bentuk atap masih mempertahankan jejak aslinya, sehingga masih dapat diidentifikasi sebagai bangunan kolonial adaptif.

Kondisi Terkini dan Permasalahan Pelestarian

Secara umum, kondisi bangunan eks penjara kolonial ini masih berdiri cukup kokoh, meskipun telah mengalami kerusakan di beberapa bagian, terutama pada atap dan lapisan dinding yang mulai mengelupas. Faktor cuaca tropis lembap, curah hujan tinggi, serta kurangnya perawatan rutin menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.

Alih fungsi lahan dan bangunan menjadi area komersial dan pendidikan juga menyebabkan hilangnya sebagian besar konteks historis situs. Kini sulit untuk membayangkan bentuk kompleks penjara secara keseluruhan, karena hanya satu unit bangunan yang tersisa. Padahal, jika dilestarikan dengan baik, situs ini memiliki potensi besar sebagai lokasi wisata sejarah dan sumber pembelajaran budaya kolonial di Kendari.

Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan cara mendokumentasikan sisa bangunan, melakukan survei arkeologis sederhana, serta mengajukan penetapan sebagai cagar budaya tingkat kota. Dengan demikian, meski telah beralih fungsi, nilai sejarahnya tetap dapat dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Previous Post

Makam Peninggalan Belanda

Next Post

Rumah Controlleur Belanda

Next Post
Rumah Controlleur Belanda

Rumah Controlleur Belanda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Makam Peninggalan Belanda

Makam Peninggalan Belanda

7 bulan ago
Peninggalan Sejarah : Baterai Mata

Peninggalan Sejarah : Baterai Mata

7 bulan ago
WATER RESERVOIR PENINGGALAN BELANDA PADA TAHUN 1928 DI KOTA KENDARI

WATER RESERVOIR PENINGGALAN BELANDA PADA TAHUN 1928 DI KOTA KENDARI

7 bulan ago
Situs Tinggalan Sejarah : Puskesmas Kandai

Situs Tinggalan Sejarah : Puskesmas Kandai

7 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Artikel Inspiratif Pemuda
  • Berita Kegiatan Karang Taruna

POPULAR NEWS

  • Situs Sejarah Penjara Kolonial

    Situs Sejarah Penjara Kolonial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bangunan Pesanggrahan Kota Kendari: Jejak Arsitektur Kolonial dan Tantangan Pelestariannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WATER RESERVOIR PENINGGALAN BELANDA PADA TAHUN 1928 DI KOTA KENDARI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peninggalan Sejarah : Baterai Mata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makam Peninggalan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontak

© 2025 Karang Taruna Kelurahan Kandai - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah & Latar Belakang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Program Unggulan
  • Pelestarian Situs Sejarah
    • Peta & Daftar Situs Bersejarah di Wilayah Kami
    • Program Pelestarian (gotong royong, dokumentasi digital, edukasi masyarakat)
    • Kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan / Komunitas
    • Dokumentasi Kegiatan Pelestarian
  • UMKM
    • Direktori UMKM Binaan Karang Taruna
    • Produk Unggulan Lokal (kerajinan, kuliner, jasa, dll.)
    • Program Inkubasi & Pelatihan UMKM
  • Program
    • Sosial & Kemanusiaan
    • Pendidikan & Pelatihan
    • Olahraga & Seni
    • Lingkungan & Kebersihan
    • Kampanye Budaya Lokal
  • Berita
    • Berita Kegiatan Karang Taruna
    • Info Event & Lomba
    • Artikel Inspiratif Pemuda
    • Informasi Bantuan & Program Pemerintah
  • Galeri
    • Foto Kegiatan
    • Video Dokumentasi
    • Arsip Media
  • Kemitraan
    • Mitra Pemerintah & Swasta
    • Komunitas Sejarah & Budaya

© 2025 Karang Taruna Kelurahan Kandai - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by