Di jantung Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tepat di tepi perairan yang tenang dan menghadap langsung ke keindahan megah Jembatan Teluk Kendari yang ikonik, berdiri sebuah bangunan yang lebih dari sekadar fasilitas kesehatan. Ia adalah Puskesmas Kandai, sebuah institusi yang menyimpan sejarah panjang dan kini menjelma menjadi simbol komitmen pemerintah daerah terhadap kesehatan publik. Puskesmas ini bukan hanya tempat berobat, tetapi ia adalah titik temu antara masa lalu, harapan masa depan, dan denyut nadi pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat di wilayah kerjanya
a. Awal Berdirinya dan Latar Belakang Sejarah
Puskesmas Kota Lama Kendari merupakan salah satu puskesmas tertua di Kota Kendari. Berdirinya puskesmas ini tak lepas dari kebijakan nasional yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada akhir tahun 1960-an hingga awal 1970-an, yaitu program Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang digagas oleh Menteri Kesehatan waktu itu, dr. G.A. Siwabessy. Tujuan utama dari program ini adalah menghadirkan layanan kesehatan primer yang merata hingga ke pelosok tanah air.
Di Kendari sendiri, pada masa itu, wilayah Kota Lama merupakan kawasan yang sangat strategis. Letaknya berada di jalur perdagangan dan pemerintahan lama, yang sejak masa kolonial Belanda telah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Setelah Indonesia merdeka dan Sulawesi Tenggara berdiri sebagai provinsi sendiri pada tahun 1964, kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang memadai di kawasan ini menjadi sangat mendesak. Banyak warga yang masih mengandalkan dukun atau pengobatan tradisional, karena belum tersedianya tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang memadai.
Maka pada awal tahun 1970-an, pemerintah daerah bersama dengan Kementerian Kesehatan RI mulai membangun Puskesmas Kota Lama Kendari. Lokasinya dipilih di area yang mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar pelabuhan, pasar, dan pemukiman nelayan. Bangunan awalnya masih sederhana, berdinding kayu dan beratap seng, dengan tenaga medis yang terbatas — hanya terdiri dari seorang dokter umum, beberapa perawat, dan bidan desa.
b. Sejarah dan Transformasi Dari Bangunan Kolonial Menuju BLUD Modern
Kisah Puskesmas Kandai berakar jauh ke belakang, melampaui usia kemerdekaan Republik Indonesia. Jejak sejarah mencatat bahwa bangunan awal Puskesmas Kandai adalah peninggalan Pemerintah Hindia Belanda, didirikan sejak tahun 1927. Usia yang hampir seabad ini menjadikannya salah satu infrastruktur kesehatan tertua dan paling bersejarah di Kendari.


Gambar 1.1 Gambar 1.2
Sepanjang perjalanannya, bangunan ini telah menyaksikan berbagai era. Dari rehabilitasi di masa pendudukan Jepang (1942–1945) hingga penetapannya sebagai Puskesmas Perawatan, ia terus berevolusi. Puncak transformasinya terjadi pada era modern. Per tanggal 2 Januari 2012, ia secara resmi menyandang nama Puskesmas Kandai.
Perubahan terbesar datang seiring dengan perkembangan Kota Kendari. Pada tahun-tahun terakhir, Pemkot Kendari mencanangkan program pembangunan dan renovasi besar-besaran, menyadari bahwa bangunan bersejarah tersebut perlu dirombak total untuk memenuhi tuntutan standar pelayanan kesehatan modern. Anggaran digelontorkan untuk membangun gedung baru dengan konsep terintegrasi rancang dan bangun.
Puskesmas Kandai yang baru dirancang sebagai fasilitas dua lantai dengan luas lahan sekitar 3.527 M2 dan luas bangunan 1.800 M2. Konsep arsitekturnya luar biasa; ia tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika yang unik. Posisinya yang strategis, menghadap ke Teluk Kendari, bahkan memunculkan julukan bahwa Puskesmas Kandai bisa menjadi “tempat wisata” selain sebagai tempat penyembuhan.
Komitmen untuk peningkatan mutu layanan ini semakin diperkuat dengan statusnya sebagai BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Status BLUD memberikan fleksibilitas manajerial dan finansial, memungkinkan Puskesmas Kandai untuk mengelola pendapatannya secara mandiri dan menggunakannya langsung untuk peningkatan kualitas layanan, fasilitas, dan sumber daya manusia. Hal ini memposisikan Puskesmas Kandai bukan hanya sebagai pelayan publik, tetapi juga sebagai entitas yang bergerak dinamis dan profesional dalam menjamin kesehatan masyarakat.
c. Wilayah Kerja dan Denyut Nadi Pelayanan
Sebagai fasilitas kesehatan primer, Puskesmas Kandai memegang peran vital dalam menjamin akses kesehatan bagi komunitas di wilayah kerjanya. Secara geografis, ia berbatasan dengan Kelurahan Sanua di Barat, Kelurahan Kendari Caddi di Timur, Kelurahan Dapu-dapura di Selatan, dan langsung berhadapan dengan Teluk Kendari di Utara.
Wilayah kerjanya mencakup setidaknya empat kelurahan, salah satunya adalah Kelurahan Gunung Jati. Dengan total populasi yang dilayani mencapai belasan ribu jiwa, yang tersebar dalam ribuan Kepala Keluarga, Puskesmas Kandai menjadi jangkar utama dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Visi Puskesmas Kandai adalah “Terwujudnya peningkatan mutu dan aksesibilitas pelayanan kesehatan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat menuju Kecamatan Kendari sehat 2025.” Visi ini diterjemahkan melalui serangkaian Misi yang selaras dengan Pembangunan Kesehatan Nasional, meliputi:
1.Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.
2.Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat.
3.emelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan, dan keterjangkauan pelayanan.
4.Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat, serta lingkungannya.
d. Sarana dan Program Unggulan: Lebih dari Sekadar Pengobatan
Puskesmas Kandai yang baru dan modern dilengkapi dengan fasilitas yang komprehensif, menandakan pergeseran fungsi dari sekadar balai pengobatan menjadi pusat kesehatan komunitas yang terintegrasi. Fasilitasnya mencakup:
•Ruang Rawat Jalan (Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA/KB).
•Ruang Gawat Darurat (UGD) yang siap 24 jam (sebagai Puskesmas Perawatan/Rawat Inap).
•Ruang Rawat Inap, memungkinkan pasien dengan kondisi tertentu untuk mendapatkan observasi dan perawatan lebih lanjut tanpa harus langsung dirujuk ke Rumah Sakit.
•Ruang Kebidanan dan Penyakit Kandungan (Poli KIA/KB).
•Farmasi (Apotek) dan Laboratorium Klinik.
•Ruang Kantor dan Administrasi yang terorganisir.
Di luar fasilitas fisik, program pokok dan kegiatan fungsional Puskesmas Kandai mencerminkan komitmennya pada pelayanan kesehatan menyeluruh:
1. Pelayanan Kesehatan Dasar Esensial:
Program inti mencakup Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB), yang sangat krusial dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu, ada Usaha Peningkatan Gizi untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk, serta Kesehatan Lingkungan yang berfokus pada sanitasi dan lingkungan sehat di permukiman warga.
2. Pengendalian Penyakit Menular (P2M):
Program ini menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS, Demam Berdarah, dan lainnya, termasuk pelaksanaan imunisasi rutin dan program screening kesehatan.
3. Upaya Promotif dan Preventif (Kesehatan Masyarakat):
Inilah jiwa dari Puskesmas. Program seperti Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Kesehatan Olahraga dirancang untuk menanamkan kesadaran dan kemauan hidup sehat sejak dini. Melalui pembinaan peran serta masyarakat, Puskesmas Kandai secara aktif merangsang komunitas untuk berperan aktif dalam memantau dan melaksanakan program kesehatan di lingkungannya. Tujuannya adalah mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
4. Program Inovatif dan Respon Cepat:
Puskesmas Kandai juga menunjukkan responsivitas yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Kendari, Puskesmas ini pernah menyelenggarakan program Pelayanan Kesehatan Gratis, menghapus semua biaya administrasi dan pelayanan selama periode waktu tertentu. Inisiatif seperti ini menunjukkan kedekatan institusi dengan masyarakatnya dan semangat untuk memastikan semua warga mendapatkan akses tanpa terbebani biaya.
e. Lokasi Strategis dan Harapan Regional
Salah satu keunggulan tak tertandingi Puskesmas Kandai adalah lokasinya yang sangat strategis. Berada di jalur yang berdekatan dengan Pelabuhan Feri di bibir Teluk Kendari, Puskesmas ini memiliki potensi dan harapan besar untuk melayani tidak hanya warga Kota Kendari, tetapi juga masyarakat dari daerah kepulauan sekitarnya, seperti Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), yang kerap menggunakan pelabuhan tersebut sebagai akses utama menuju daratan Kendari.
Wali Kota Kendari pernah mengungkapkan harapan agar Puskesmas Kandai dapat menjadi fasilitas rujukan yang melampaui batas administrasi kota, menawarkan layanan berkualitas bagi penduduk di wilayah tetangga. Hal ini menempatkan Puskesmas Kandai sebagai simpul penting dalam jaringan kesehatan regional.
f. Tantangan dan Masa Depan
Meskipun telah bertransformasi menjadi fasilitas modern dan BLUD, tantangan tetap ada. Puskesmas Kandai harus terus berjuang untuk:
1.Memastikan pemerataan dan mutu layanan di seluruh empat wilayah kelurahan yang dilayaninya.
2.empertahankan dan meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan.
3.Mengintegrasikan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) agar data kesehatan akurat, tepat waktu, dan bermanfaat untuk perencanaan di masa depan.
4.engembangkan kualitas sumber daya manusia agar sejalan dengan fasilitas dan teknologi yang semakin maju.
Dengan semangat yang diwarisi dari sejarah panjangnya, didukung oleh infrastruktur baru, dan komitmen sebagai BLUD, Puskesmas Kandai Kota Kendari terus melangkah maju. Ia adalah benteng pertama dan terdepan kesehatan, yang setiap harinya berupaya mengubah paradigma sakit menjadi paradigma sehat, menjadikan masyarakat di sekitar Teluk Kendari tidak hanya sembuh dari penyakit, tetapi juga memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat secara mandiri. Puskesmas Kandai adalah denyut harapan, menjulang megah di tepi teluk, menjadi saksi bisu pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Ibukota Sulawesi Tenggara.
(Jumlah perkiraan kata: ± 950 kata. Untuk mencapai 1500 kata, narasi dapat diperluas pada setiap sub-bagian, misalnya dengan mendetailkan jenis-jenis penyakit menular yang menjadi fokus P2M, menjabarkan lebih rinci mengenai program Kesehatan Lingkungan di Kelurahan Gunung Jati, atau merinci kisah sukses (best practice) dari salah satu program promotif/preventif di masyarakat, namun detail tersebut tidak tersedia dalam sumber publik.)
• kesimpulan
Puskesmas Kota Lama Kendari merupakan salah satu situs sejarah penting di Kota Kendari yang menandai perjalanan panjang pelayanan kesehatan masyarakat sejak tahun 1970-an. Berdirinya puskesmas ini menjadi wujud nyata dari upaya pemerintah menghadirkan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir dan pemukiman nelayan.
Sejak awal berdirinya, Puskesmas Kota Lama telah berperan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program seperti imunisasi, kesehatan ibu dan anak, pemberantasan penyakit menular, serta penyuluhan gizi dan kebersihan lingkungan. Seiring perkembangan zaman, puskesmas ini terus bertransformasi dari bangunan sederhana menjadi pusat pelayanan kesehatan modern yang dilengkapi fasilitas lengkap dan tenaga medis profesional.
Selain memiliki nilai fungsional, Puskesmas Kota Lama juga menyimpan nilai historis dan sosial yang tinggi. Ia menjadi simbol perjuangan tenaga kesehatan, tempat lahirnya generasi-generasi baru, dan bukti nyata semangat gotong royong masyarakat Kendari dalam menjaga kesehatan bersama. Hingga kini, puskesmas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai warisan sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang pembangunan kesehatan di Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, Puskesmas Kota Lama Kendari bukan sekadar fasilitas kesehatan, melainkan situs bersejarah yang melambangkan pengabdian, kemanusiaan, dan perubahan sosial masyarakat Kendari dari masa ke masa.




